Andai saja bisa ku pinta pada Sang Penguasa, bolehkah ambil semua air mata yang ku punya. Atau bolehkah sekali saja aku bersandar untuk menangis sepuas-puasnya. Aku selalu merasa lebih baik setelah menangis sehebat-hebatnya. Tapi aku pusing. Aku lelah. Aku ingin tidur, lelap dan lupa. Tapi aku tak bisa. Aku tak bisa pejamkan mata.
Tak ada siapapun disini. Tapi aku merasa seluruh dunia menertawakan keadaanku. Seketika aku merasa orang sebodoh-bodohnya yang ada di dunia. Seketika aku merasa mereka-mereka juara dan aku lah si pecundang yang jatuh, tersungkur dan tak akan ada yang mengulurkan tangan indahnya untuk membangunkanku.
Aku masih menangis . Masih sehebat-hebatnya.Bahkan yang ada disisiku tak akan pernah mengerti semua air mataku. Ataukah pada Hello Kitty merah jambu kusandarkan tangisanku . Karena dia tak akan mengeluh seberapa banyak air mata yang ku tumpahkan padanya tanpa bertanya mengapa. Seketika aku lega.
Diujung-ujung jemari yang selalu kau genggam, terdengar suara sendu lagu yang selalu mengantarkan kau dalam ingatanku. Aku kembali menjatuhkan air mata ku. Nanti aku bisa sakit. Tapi aku masih ingin membasahi Hello Kitty merah jambu kesayanganku..
Aku selalu bertanya-tanya, mengapa ada cinta sebaik-baiknya cinta untuk orang jahat-sejahatnya. Tapi bukankah dalam sejahat-jahatnya manusia pasti ada kebaikan didalamnya. Aku selalu percaya, hatiku selalu mau dia adalah orang terbaik yang selalu ku rasa semua baik-baik saja saat bersamanya. Semua seolah lebih baik ketika aku bersamanya. Haha, Hatiku tertipu. Sadarilah air mata yang terjatuh sebanyak-banyaknya yang bahkan dia tak ingin melihatnya.
Aku menutup mata, harap-harap cemas kumohonkan semoga ini hanya mimpi. Semoga semua yang terjadi hanya kekhawatiranku atau aku kembali ke beberapa waktu yang lalu dan merubah segalanya. Atau aku sama sekali tak pernah mengetahui semua hal yang akan menjatuhkan air mataku. Sudahlah semua sia-sia. Percuma. Ini nyata dan aku tak bisa menjadikannya maya.
Teruntuk engkau, yang saat menulis inipun masih saja mengalirkan air mataku. Tak pernah pun sekali aku berharap kau berbelas kasih. Aku tak mau mengganggumu. Aku hanya ingin kau tau. Demi senyapnya malam, demi lagu-lagu sendu di ujung telingaku, demi Hello Kitty merah jambu kesayanganku, tiada sayang yang bisa kukatakan lagi. Tiada kata lagi yang mampu kutitipkan untuk disampaikan oleh dinginnya malam seberapa sayangku untukmu. Tiada yang akan mengerti seberapa penuh hatiku akanmu.
Tapi sudahlah. Kurasa sudah cukup semua kecintaanku. Cukup tapi tak mungkin berhenti. Untukmu, berbahagialah dengan bahagiamu. Dan aku akan bahagia dengan kebahagiaanku. Aku hanya ingin menemukan hidup yang lebih baik lagi. Bahagia yang lebih baik lagi. Dan yang lebih baik adalah kehidupanmu yang lebih baik. .........
Aku sayang, sudah. Aku marah, tak bisa. Aku benci, percuma. Aku menyesal, sia-sia. Aku lupa, tak akan pernah.
Sekali saja kau goreskan luka pada wanita yang hatinya tulus penuh cinta. Dia tak akan mungkin lupa, tak akan mungkin tersembuhkan meskipun wajahnya tertawa.
Dia, siapapun dia yang tak mampu lagi kusebut namanya dalam doa, aku takut Tuhan marah karena cinta yang terlalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar