![]() |
| Tanggal 6 :D |
Assalammualaikum.
Kamu uda tidur , kamu lagi dimana, kamu lagi apa ini. Bagaimana kabar mu ? Aku
masih selalu saja memikirkan mu. Apa kamu masih kepikiran aku. Aku
merindukanmu, rindu serindu-rindunya seperti langit yang akhir-akhir ini sangat merindukan hujan,
seperti itu. Ahh tidak aku rasa aku lebih rindu dari itu. Tapi apa kau
merindukan aku? Yah,
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu yang sangat ingin kutanyakan saat ini
padamu tapi enggan untuk kusampaikan lagi.
Ini
tanggal 6 kan, apa kau masih merasa sesuatu yang beda untuk tanggal ini. Iya, ini tanggal 6, masih maukah
kau mengingat cerita yang 39 bulan lalu kau mulai dan entah kapan tepatnya kau
akhiri. Ahh, aku masih saja terhenti untuk tanggal ini pada tiap-tiap bulannya.
Aku masih saja setia menghitungi sudah berapa lama seharusnya waktu yang bisa
ku habiskan denganmu. Seberapa lama waktu yang seharusnya bisa kunikmati untuk
tawamu. Seharusnya, yang nyatanya tidak bisa dan tak mungkin ku paksa.
Aku
terkadang berhenti memikirkanmu selama beberapa waktu. Sakit kurasa
membayangkan dirimu dengan kekasih barumu sementara aku tak pernah tahu apa kau masih mau mengingatku
atau tidak. Aku terkadang ingin melupakanmu, tapi rasanya ketika ku temui
tanggal 6 di kalender ku, aku masih saja ingin
menangis. Aku masih saja ingin bersamamu menghabisakan semua waktu
disisimu sampai saat ini. Sampai 39 bulan yang seharusnya menjadi usia
kebersamaan kau dan aku.
Untuk
tanggal 6 kali ini, aku juga masih merindukanmu. Sosok tak seberapa yang
membuatku hampir gila karena tak pernah bisa kutemu saat merindu. Sosok tak
seberapa yang sangat ingin ku lihat tawamu. Untuk kali ini aku masih tetap ingin mengingat mu dan
merayakan 39 bulan yang seharusnya usia kebersamaan kau dan aku tanpa mengingatkanmu.
Dan pertanyaan yang ku tahu menyakitkanku adalah apakah kau masih peduli dengan
tiap-tiap tanggal 6 itu ? Menyakitkan karena jawabannya seperti ku tahu, kau
tak peduli karena nyatanya tak pernah menghubungi lagi.
Kalau
saja masih memungkinkan ku untuk menghubungimu, banyak cerita yang ingin ku
berbagi bersamamu. Aku akan terjaga sampai pagi untuk juga bisa mendengar
ceritamu. Tapi usahlah inginku sejauh
itu, kalau saja memungkinkan untuk menghubungimu, aku hanya ingin bilang aku
sangat merindukanmu. Sudahlah. Kurasa cukup itu yang ingin ku sampaikan padamu.
Tapi itupun tak memungkinkan untuk ku adukan padamu. Aku takut, aku takut kau
bukan yang dulu dan aku takut ada dia milikmu itu. Aku takut, terlalu takut
karena kau tak lagi ada di barisanku.
Aku
hanya berani menunggu. Sekedar menunggumu diponselku untuk tiap-tiap tanggal 6
itu. Karena aku mau kau tak jauh-jauh, kau tetap mengingatku untuk setiap bulan
ditanggal itu dan juga masih
merindukanku meskipun hanya di tanggal itu. Iya, seperti malam ini, aku masih
saja menunggu sekedar sms darimu untukku. Walau ku tahu bulan lalu kau tak
mengingat tanggal itu dan tak ada merasakanku. Aku tetap tak merasa jera untuk
menunggumu hadir dalam malamku, setidaknya malam ini, dan malam-malam tiap-tiap
tanggal 6 itu aku mau kau ada untukku.
Bodoh
bukan, jika aku sampai sepagi ini tetap menunggumu. Bodoh bukan masih saja
menunggu jika jelas-jelas akhirnya memang tak kan pernah menemuimu diponselku.
Bodoh bukan sudah tau kau tak kan ingat untuk tanggal itu tapi aku masih saja ingin merayakan bersamamu.
Entah apa yang seharusnya pantas
dirayakan untuk 6 Februari 2014 kali ini. Bodoh bukan jika masih ku
sebut seharusnya ini 39 bulan kebersamaan kau dan aku tapi sudah lama
kebarsamaan itu berlalu. Bodoh bukan masih mencintaimu padahal tak ku tau
perasaanmu padaku. Bodoh bukan pura-pura tak pernah tau kau bukan milikku dan
sudah lama pergi bersamanya. Bodoh bukan, masih kau perdaya untuk tanggal 6
itu. Bodoh bukan jika aku menangis malam ini. Bolehkah aku menangis untuk
kerinduanku.
Ini
tanggal 6, kau ingat dulu, kasih kabarmu padaku. Apa ketidakadaan kabarmu
pertanda kau sudah bahagia dan tak mau mengingat- -ingatku lagi. Apa
ketidakadaan pesan singkatmu diponselku malam ini pertanda kau sudah
melupakanku dan tak pernah merindukanku. Ahhh, jahat. Adilkah semua ini masih
membelengguku sementara ini sudah tak penting untukmu. Adilkah jika aku masih
menyayangimu sementara kau menyayanginya. Adilkah jika kini kau
bersenang-senang sementara aku masih saja kau sedihkan. Adilkah untuk semua
airmata yang terjatuh untukmu kau tak pernah merasakanku. Adilkah buatku. Tuhan
beritahu aku dimana keadilan itu.
Perlu
kau tau atau kau sebenarnya sudah tau tapi tetap acuh. Aku dengan kebodohanku
masih menunggumu . Demi tiap-tiap tanggal 6 itu aku tak mau kau jauh, tak mau
kita tak bersatu. Sampai malam ini juga aku mau kau disampingku. Tapi apa yang
terjadi, aku menyerah dan hanya mau menunggu. Demi tanggal 6 yang kau mulai 39
bulan yang lalu aku tak mau kau akhiri, aku mau kau mengerti dan selesaikan
perasaanku. Tapi sudahlah. Mau dibilang apa.
Untuk
tanggal 6 yang ke 39 bulan ini seharusnya usia kebersamaan kau dan aku, aku
masih merindukanmu. Diantara entah sudah berapa lama bulan-bulan kegagalan itu
aku masih mau kau ada disampingku. Aku mau kau hadir di dalam sepiku untuk kali
ini. Kali ini saja dan kali- kali seterusnya. Ahh masih mungkinkah. Andai saja memungkinkan ku untuk
tetap memperjuangkanmu, aku mau kau tau aku benar-benar merindukanmu. Aku
mencintaimu. Aku mencintaimu. Berharap keajaiban demi tanggal 6 itu. Selamat 39 bulan untuk kebersamaan kita
sayang.
![]() |
| Aku masih sayang kau :3 |
6 Februari 2014, 01:47 WIB
Risma



