Sabtu, 08 Maret 2014

Tanggal 6 Untuk 40





Tepat pukul 00:00 mataku masih menyala saja,  padahal kantuk itu sudah mulai menyerang sedari tadi dan nyatanya belum bisa melumpuhkan aku. Aku masih berperang dengan kesendirianku, sebenarnya dengan tugasku yang menumpuk karna selalu tertunda dan tak ingin segera kuselesaikan. Badanku terasa sangat lelah, seisi jiwa sudah kurasa remuk dan aku sangat ingin membaringkan tubuh. Kurasa aku tak kuat lagi menahannya, semua rasa berbaur hingga makin melemahkan badanku malam ini. Tapi demi tugas, demi kelompok yang kusayangi, aku akan mengumpulkan sedikit pertahanan hingga akan kuselesaikan juga malam ini. Tak enak saja rasanya, tugas kelompok dan kurasa sudah menjadi kewajibanku untuk menyelesaikannya malah tak kupedulikan sama sekali.
Masih pukul 00.00, kaki  jam itu anggun bertengger, kurasakan ada yang kurang dan  masih ada sesuatu yang  terasa berbeda. Aku sedikit teringat, berpaling sejenak dari kerumunan tugasku, tanggal 6. Iya, ini tanggal 6 .  Aku kembali berjumpa dengan tanggal 6 lagi. Tanggal 6 dikalanderku. Tanggal 6 yang masih menjerat hatiku. Tanggal 6 yang masih punyaku . Tanggal 6 Maret 2014. Tanggal 6 ke 40 bulan seharusnya kebersamaan aku dan dirimu, bukan bukan, aku dan cintaku . Cintaku, hanya cintaku untuk setiap tanggal 6 selama itu.  
Tanggal 6 ke-40


Bukan hal asing lagi jika aku merindukanmu untuk malam ini. Bukan kebodohan yang memalukan lagi jika aku masih tetap setia menghitungi usia tanggal 6 kita itu. Semua sudah biasa dan aku sudah terbiasa menikmati seluruh cintaku padamu untuk diriku sendiri, untuk ku tanpa memberitahumu lagi. Semua rasanya sudah sangat biasa dan tak lagi masalah jika untuk semua cinta ini, untuk semua rasa yang kujaga hanya untuk mu ternyata aku mendapatkan pengkhianatan-penghianatan yang akhirnya ku tahu saat ini.
Tanggal 6 kali ini aku sama sekali tak mengharapkan mu hadir untuk ku lagi lewat pesan singkat itu. Tanggl 6 kali ini aku telah benar-benar menyadari kau takkan hadir lagi dipesan singkat itu. Terhitung 28 Januari 2014 hingga 6 Maret 2014, sudah sebulan lebih, kau sama sekali tak menghubungiku lagi. Sama sekali tak peduli kabarku lagi. Benar-benar satu bulan lebih yang pernah kita habiskan tanpa berkomunikasi selama 40 bulan seharusnya kebersamaan aku dan kau itu.
Sebulan lebih tanpamu, sebulan lebih yang membiasakanku. Sebulan terlama yang pernah kuhabiskan selama ini. Sebulan terhampa yang selalu mengurungku dalam kerinduan. Sebulan yang paling menyedihkan tanpa kabarmu. Sebulan terbiasa saja , sebulan terdatar, sebulan tersendu, sebulan terbodoh sebulan termalang dan sebulan terlainnya yang memilukan. Sebulan lebih ini,  sebulan pertama yang kujalani tanpamu, benar-benar tanpamu. Sudah dua kali tanggal 6 itu kau benar-benar tak pernah hadir lagi untukku. Sebulan yang terus-terus membodohkanku mengharapkanmu. Sebulan tanpa mu, dan harus kutahan ntah untuk sebulan berapa kali berikutnya. Nth sampai bulan-bulan sebanyak apa lagi harus kujalani tanpamu.
 Ahhh, sudahlah. Kepulanganmu kini tak kuharapkan lagi, rasanya memang sudah tak mungkin. Rasanya aku memang sudah menikmati cinta ini sendiri, benar-benar menikmati dan aku tak peduli, tak lagi peduli apa kabar mu disana. Masih ingatkah dirimu, masih adanya aku dihatimu, masih terpajangnya foto kita didompetmu, masih tersisanya rindumu untukku, masih sempatkah kau memikirkan keadaanku dan masih kah kau mencintai ku. Aku benar-benar tak peduli. Sama sekali tak mau tau lagi tentang itu. Tapi tunggu sebentar, bukan masihkah kau mencintaiku, kurasa kau tak pernah mencintaiku.
Sayangku, rinduku , dan semua rasa untukmu biarlah kusimpan sendiri.  Tertata rapi dihati meski tak pernah kau kunjungi lagi. Aku tak masalah, benar-benar tak masalah jika cintaku tak punya tempat dihidupmu. Jika rumah teduh yang selalu kuperbaiki untukmu tak pernah kau singgahi. Adakah masalah jika aku mencintaimu tapi kau tak mencintaiku. Tak ada masalah dan terimakasih telah mengajariku tiap-tiap detik kebersamaan kita dulu yang benar-benar berarti. Detik-detik itu kini benar-benar detik-detik terlalu berharga untuk kulupakan.
Sampai tanggal 6 inipun aku memang masih saja teringatmu. Malam-malamku masih merindukanmu. Aku masih saja memandangi foto tak seberapamu dan masih menjatuhkan airmataku untukmu. Sampai tanggal 6 kali ini pun semua rasa masih utuh untukmu, aku masih tetap menyebut nama mu dalam barisan doaku. Sampai tanggal 6 kali ini aku juga masih pernah memimpikan mu dalam tidurku. Memimpikan kau mengirimiku pesan dan akhirnya kau sembuhkan rindu itu. Sampai tanggal 6 kali ini aku tau, kau masih saja tak pernah merasakan semua cinta terhebatku untukmu, tak pernah mau mengerti keadaanku.
Ini nth sudah keberapa malam harus kuhabiskan tanpa hiburanmu. Ini sudah membiasakanku untuk berperang dengan tugasku tanpa kau disampingku. Ini nth sudah berapa kali aku tak temui kantukmu saat aku juga menahan kantuk ku demi tugasku. Nth sudah berapa malam kau pergi dari ku. Nth sudah berapa jauh langkah-langkah kecil mu itu.
Tanggal 6 Maret 2014 ini, aku ingin kau tau. Aku sekarang sakit. Benar-benar sakit. Semua seisi diriku sakit. Hatiku memang sudah biasa sakit, tapi kali ini fisikku juga sakit. Untuk tanggal 6 kali ini aku ingin mengadu " Dho, kakik ku sakit, lukak-lukak gtu.  Semalam aku jatuh. Banyak lukaknya,  perih , gara-gara ini aku mau demam jadinya."
Liat dulu lukak adek bg :(
Sudah banyak kali ceritaku yang seharusnya kau dengarkan. Sudah banyak kali bagian-bagian hidupku yang kau lewatkan. Luka kaki ku sekarang buatku lemah. Jika selama ini fisik ku bertahan meski hatiku hancur, tapi sekarang fisik dan hatiku sama-sama hancur. Aku lelah sayang.
Ridho, bisakah bersihkan lukaku. Pelan-pelan kau obati luka ku. Tiap hari kau jenguk aku dan lihat perkembanganku. Tiap hari kau antarkan aku kampus dan menjemputku pulang karena kurasa sakit untuk berjalan. Ridho, rawat aku dan lukaku. Karna hanya didepanmu tak bisa kusembunyikan lemahku. Hanya didepanmu pura-pura kuatku luntur dan berani kukatakan aku sedang tak baik-baik saja. Hanya didepanmu aku jadi diriku dan aku mau kau terima itu. Tapi sudahlah.
Tanggal 6 Maret 2014 ini , seharusnya 40 bulan usia kebersamaan kau dan aku. Kau tau, kurasa aku pernah bilang padamu, bahwa ini salah satu mimpi terbesarku. Menghabisakan hingga usia 40 bulan bersama kekasih yang kukasihi. Aku tak pernah menjalani hubungan selama itu, 40 bulan saat ini seharusnya kau bisa mewujudkan mimpi itu, tapi kenapa kau malah berlalu. Tanggal 6 untuk 40 bulan ini rasanya aku ingin sekali kembali memutar waktu, memperbaiki semua kesalahanku hingga akhirnya saat ini kita bisa mewujudkan mimpiku : " Happy anniversary ke 40 bulan sayangku. Iya ke 40 bulan. Horee akhirnya bisa pacaran sampek 40 bulan kek mimpiku dulu.  Semoga kita gak berantem-berantem lagi. Semoga makin sayang samaku, jangan bandel-bandel lagi yah. Semoga kita bisa sampek selamanya. . Makasih untuk hingga 40 bulan ini kebersamaan kita. Makasih untuk mimpiku yang uda kita wujudkan ini. Selamat 40 bulan deh. Sayang kali aku samamu :*  " . Seharusnya aku bisa ucapkan itu, seharusnya kau jaga aku dan semua rasa untukmu hingga  kita bisa merayakan tanggal 6 untuk 40 bulan kebersamaan aku dan kau sekarang. 
Selamat 40 bulan sayang :3

Medan , 6 Februari 2014 ,  17: 03 WIB

Risma
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar