Tepat pukul
00:00 mataku masih menyala saja,
padahal kantuk itu sudah mulai menyerang sedari tadi dan nyatanya belum
bisa melumpuhkan aku. Aku masih berperang dengan kesendirianku, sebenarnya
dengan tugasku yang menumpuk karna selalu tertunda dan tak ingin segera
kuselesaikan. Badanku terasa sangat lelah, seisi jiwa sudah kurasa remuk dan
aku sangat ingin membaringkan tubuh. Kurasa aku tak kuat lagi menahannya, semua
rasa berbaur hingga makin melemahkan badanku malam ini. Tapi demi tugas, demi
kelompok yang kusayangi, aku akan mengumpulkan sedikit pertahanan hingga akan
kuselesaikan juga malam ini. Tak enak saja rasanya, tugas kelompok dan kurasa
sudah menjadi kewajibanku untuk menyelesaikannya malah tak kupedulikan sama
sekali.
Masih pukul
00.00, kaki jam itu anggun bertengger,
kurasakan ada yang kurang dan masih ada
sesuatu yang terasa berbeda. Aku sedikit
teringat, berpaling sejenak dari kerumunan tugasku, tanggal 6. Iya, ini tanggal
6 . Aku kembali berjumpa dengan tanggal
6 lagi. Tanggal 6 dikalanderku. Tanggal 6 yang masih menjerat hatiku. Tanggal 6
yang masih punyaku . Tanggal 6 Maret 2014. Tanggal 6 ke 40 bulan seharusnya
kebersamaan aku dan dirimu, bukan bukan, aku dan cintaku . Cintaku, hanya
cintaku untuk setiap tanggal 6 selama itu.
![]() |
| Tanggal 6 ke-40 |
Bukan hal asing lagi jika aku merindukanmu untuk malam ini. Bukan
kebodohan yang memalukan lagi jika aku masih tetap setia menghitungi usia
tanggal 6 kita itu. Semua sudah biasa dan aku sudah terbiasa menikmati seluruh
cintaku padamu untuk diriku sendiri, untuk ku tanpa memberitahumu lagi. Semua
rasanya sudah sangat biasa dan tak lagi masalah jika untuk semua cinta ini,
untuk semua rasa yang kujaga hanya untuk mu ternyata aku mendapatkan
pengkhianatan-penghianatan yang akhirnya ku tahu saat ini.
Tanggal 6 kali ini aku sama sekali tak mengharapkan mu hadir untuk ku
lagi lewat pesan singkat itu. Tanggl 6 kali ini aku telah benar-benar menyadari
kau takkan hadir lagi dipesan singkat itu. Terhitung 28 Januari 2014 hingga 6
Maret 2014, sudah sebulan lebih, kau sama sekali tak menghubungiku lagi. Sama
sekali tak peduli kabarku lagi. Benar-benar satu bulan lebih yang pernah kita
habiskan tanpa berkomunikasi selama 40 bulan seharusnya kebersamaan aku dan kau
itu.
Sebulan lebih tanpamu, sebulan lebih yang membiasakanku. Sebulan terlama
yang pernah kuhabiskan selama ini. Sebulan terhampa yang selalu mengurungku
dalam kerinduan. Sebulan yang paling menyedihkan tanpa kabarmu. Sebulan
terbiasa saja , sebulan terdatar, sebulan tersendu, sebulan terbodoh sebulan
termalang dan sebulan terlainnya yang memilukan. Sebulan lebih ini, sebulan pertama yang kujalani tanpamu,
benar-benar tanpamu. Sudah dua kali tanggal 6 itu kau benar-benar tak pernah
hadir lagi untukku. Sebulan yang terus-terus membodohkanku mengharapkanmu.
Sebulan tanpa mu, dan harus kutahan ntah untuk sebulan berapa kali berikutnya.
Nth sampai bulan-bulan sebanyak apa lagi harus kujalani tanpamu.
Ahhh, sudahlah. Kepulanganmu kini
tak kuharapkan lagi, rasanya memang sudah tak mungkin. Rasanya aku memang sudah
menikmati cinta ini sendiri, benar-benar menikmati dan aku tak peduli, tak lagi
peduli apa kabar mu disana. Masih ingatkah dirimu, masih adanya aku dihatimu,
masih terpajangnya foto kita didompetmu, masih tersisanya rindumu untukku,
masih sempatkah kau memikirkan keadaanku dan masih kah kau mencintai ku. Aku
benar-benar tak peduli. Sama sekali tak mau tau lagi tentang itu. Tapi tunggu
sebentar, bukan masihkah kau mencintaiku, kurasa kau tak pernah mencintaiku.
Sayangku, rinduku , dan semua rasa untukmu biarlah kusimpan sendiri. Tertata rapi dihati meski tak pernah kau
kunjungi lagi. Aku tak masalah, benar-benar tak masalah jika cintaku tak punya
tempat dihidupmu. Jika rumah teduh yang selalu kuperbaiki untukmu tak pernah
kau singgahi. Adakah masalah jika aku mencintaimu tapi kau tak mencintaiku. Tak
ada masalah dan terimakasih telah mengajariku tiap-tiap detik kebersamaan kita
dulu yang benar-benar berarti. Detik-detik itu kini benar-benar detik-detik
terlalu berharga untuk kulupakan.
Sampai tanggal 6 inipun aku memang masih saja teringatmu. Malam-malamku
masih merindukanmu. Aku masih saja memandangi foto tak seberapamu dan masih
menjatuhkan airmataku untukmu. Sampai tanggal 6 kali ini pun semua rasa masih
utuh untukmu, aku masih tetap menyebut nama mu dalam barisan doaku. Sampai
tanggal 6 kali ini aku juga masih pernah memimpikan mu dalam tidurku.
Memimpikan kau mengirimiku pesan dan akhirnya kau sembuhkan rindu itu. Sampai
tanggal 6 kali ini aku tau, kau masih saja tak pernah merasakan semua cinta
terhebatku untukmu, tak pernah mau mengerti keadaanku.
Ini nth sudah keberapa malam harus kuhabiskan tanpa hiburanmu. Ini sudah
membiasakanku untuk berperang dengan tugasku tanpa kau disampingku. Ini nth
sudah berapa kali aku tak temui kantukmu saat aku juga menahan kantuk ku demi
tugasku. Nth sudah berapa malam kau pergi dari ku. Nth sudah berapa jauh
langkah-langkah kecil mu itu.
Tanggal 6 Maret 2014 ini, aku ingin kau tau. Aku sekarang sakit.
Benar-benar sakit. Semua seisi diriku sakit. Hatiku memang sudah biasa sakit,
tapi kali ini fisikku juga sakit. Untuk tanggal 6 kali ini aku ingin mengadu
" Dho, kakik ku sakit, lukak-lukak gtu.
Semalam aku jatuh. Banyak lukaknya,
perih , gara-gara ini aku mau demam jadinya."
![]() |
| Liat dulu lukak adek bg :( |
Sudah banyak kali ceritaku yang seharusnya kau dengarkan. Sudah banyak
kali bagian-bagian hidupku yang kau lewatkan. Luka kaki ku sekarang buatku
lemah. Jika selama ini fisik ku bertahan meski hatiku hancur, tapi sekarang
fisik dan hatiku sama-sama hancur. Aku lelah sayang.
Ridho, bisakah bersihkan lukaku. Pelan-pelan kau obati luka ku. Tiap hari
kau jenguk aku dan lihat perkembanganku. Tiap hari kau antarkan aku kampus dan
menjemputku pulang karena kurasa sakit untuk berjalan. Ridho, rawat aku dan
lukaku. Karna hanya didepanmu tak bisa kusembunyikan lemahku. Hanya didepanmu
pura-pura kuatku luntur dan berani kukatakan aku sedang tak baik-baik saja.
Hanya didepanmu aku jadi diriku dan aku mau kau terima itu. Tapi sudahlah.
Tanggal 6 Maret 2014 ini , seharusnya 40 bulan usia kebersamaan kau dan
aku. Kau tau, kurasa aku pernah bilang padamu, bahwa ini salah satu mimpi
terbesarku. Menghabisakan hingga usia 40 bulan bersama kekasih yang kukasihi.
Aku tak pernah menjalani hubungan selama itu, 40 bulan saat ini seharusnya kau
bisa mewujudkan mimpi itu, tapi kenapa kau malah berlalu. Tanggal 6 untuk 40
bulan ini rasanya aku ingin sekali kembali memutar waktu, memperbaiki semua
kesalahanku hingga akhirnya saat ini kita bisa mewujudkan mimpiku : "
Happy anniversary ke 40 bulan sayangku. Iya ke 40 bulan. Horee akhirnya bisa
pacaran sampek 40 bulan kek mimpiku dulu.
Semoga kita gak berantem-berantem lagi. Semoga makin sayang samaku,
jangan bandel-bandel lagi yah. Semoga kita bisa sampek selamanya. . Makasih
untuk hingga 40 bulan ini kebersamaan kita. Makasih untuk mimpiku yang uda kita
wujudkan ini. Selamat 40 bulan deh. Sayang kali aku samamu :* " . Seharusnya aku bisa ucapkan itu,
seharusnya kau jaga aku dan semua rasa untukmu hingga kita bisa merayakan tanggal 6 untuk 40 bulan
kebersamaan aku dan kau sekarang.
![]() |
| Selamat 40 bulan sayang :3 |
Medan
, 6 Februari 2014 , 17: 03 WIB
Risma
.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar