![]() |
| Sayang kau :3 |
Aku sayang sama
mu, siapa pun mungkin tahu itu. Bahkan mungkin aku menyayangimu lebih banyak
dari kata-kataku. Mungkin aku sangat menyayangimu, kurasa begitu. Meski ku tahu
segala sesuatu berlebih itu tak baik ujungnya, aku tak bisa berhenti untuk
menyayangimu lebih dari itu bahkan ketika kau bukan milikku lagi, aku tak mampu
menyudahi sayang itu. Masih enggan, seperti tak mau atau lebih tepatnya tak
mampu untuk menjauhkanmu dari hidupku.
Hey,
aku benar-benar sayang. Apalagi yang harus aku lakukan. Bisakah kau katakan
padaku apalagi yang harus kuperbuat agar kau kembali. Masih mungkinkah kau
kembali karena aku tak mau kau pergi terlalu jauh. Hari-hari kini terasa tak
berarti tanpa pesanmu dalam detik-detik kehidupanku. Bukan, bukan kehidupan
namanya, lebih tepat kehampaan jika aku terbangun tanpa sapaan mu, terjaga
tanpa kabarmu dan terlelap tanpa hantaran kata-katamu.
Percayakah
kau aku menyayangimu sejauh ini. Tahukah kau rasanya jadi aku yang benar-benar
kehilanganmu. Aku tak tau lagi harus dimana kutemukan dirimu jika tiap-tiap
malam aku rindukan, aku tak tau lagi harus dimana kurebahkan jiwa jika
tiap-tiap kali aku merasa lelah, aku tak tau lagi harus dimana kurengkuhkan
tubuh jika tiap-tiap kali aku merasa ringkih, aku tak tau lagi harus dimana
kulabuhkan hati jika kini kau telah pergi. Pergi kemudian menghilang dari hati
dan pandangan.
Aku gak tahu harus bilang ini
sama siapa lagi. Aku sayang sama mu. Aku benar-benar sayang. Semua yang
kujalani kini tanpamu terasa hampa. Benar-benar hampa tak ada artinya. Apa yang ku lakukan, apa yang ku usahakan, apa yang ku perjuangkan semua hanya
demi senyummu. Demi sedikit cekungan kebahagiaan untuk ku yang tersirat
diwajahmu. Tapi nyatanya aku tak pernah melihat senyum itu lagi. Aku tak pernah
kau beri kesempatan untuk menikmati senyum yang paling merindukan itu. Hingga
semua yang ada kurasa hampa, tanpamu,
tanpa senyummu.
Seperti
tak memungkinkan lagi untuk menyampaikan semua ini samamu. Rasamu pasti semua
kata-kata ini terlalu berlebih , tetapi sungguh tak sedikitpun ingin ku lebih-lebihkan. Semua inilah yang
kurasakan kini tanpamu dihidupku lagi. Seperti tak memungkinkan juga akan ku
sampaikan bahwa aku benar-benar menyayangimu jika kini ada dia yang mendampingimu.
Mustahil bukan, jika ku katakan terang-terangan sementara kini kau miliknya.
Aku tak berhak lagi atasmu. Menyedihkan.
Apalagi yang harus
kuperjuangkan. Rasanya aku sudah benar-benar melakukan semua yang terbaik yang
aku bisa, aku sudah berjuang sejauh yang aku mampu untuk menjagamu tetap
disisi. Bukankah aku selalu katakan, bahwa aku menyayangimu dan tak pernah mau
kau jauh. Aku selalu berusahakan, jika kau butuh aku, aku pasti selalu ada
untukmu. Aku tak pernah pedulikan, bila semua berkata aku terlalu bodoh tapi
aku selalu mau ada saat kau perlu. Semua karena mu. Hanya demi mu, yang kuharap
kau tahu. Kau perlu mengerti aku benar-benar menyayangimu.
Apa kau tau, kini aku selalu belajar jadi seperti yang kau mau dan
berusaha jadi apa maumu. Aku yang dulu sama sekali tak suka warna merah jambu
itu, kini semua berwarnakan merah jambu. Aku selalu lebih memilih mengenakan
baju dan jilabab warna itu, hanya karena kau pernah bilang aku manis mengenakan
warna itu dan kau suka. Hingga sekarang aku suka warna itu. Kau juga bisa lihat
di template blogku. Maniskan seperti kesukaanmu.
![]() |
| Pink seperti kesukaan mu :) |
Aku sekarang jadi sok-sok tau
bola. Ikut-ikut suka team Real Madrid kebanggaanmu biar bisa jadi sekutumu. Terkadang bela-belain nonton tengah malam sendirian untuk melihat tim kebangganmu
bertanding. Meski aku hanya menonton sendiri dan tak pernah kau temani , aku tak peduli. Aku cukup senang jika team itu
menang karena ku tau kau pasti luarbiasa bahagia. Aku senang karena kau bahagia
dan kini Real Madrid bersama CR7 itu juga menjadi kebanggaanku. Seperti kamu
yang menjadi kebanggaan hati aku.
![]() |
| Aku Madridista :D |
Semua
kata-katamu dulu yang tak pernah kudengarkan, kini mulai ku ingat-ingat
kembali. Satu persatu kucoba lakukan dalam keseharian,
meskipun terkadang itu menyakitkan. Tapi sungguh, jika itu baik untukku aku
kini melakukan apa kata-katamu dulu. Bukan berarti tak menjadi diri sendiri,
tapi kurasa kata-katamu ada benarnya dan lebih untuk memperbaiki diri. Aku senang
melakukannya dan kuharap kau suka. Meski aku sadari kau sama sekali tak
mengetahui dan tak mau peduli.
Mau bagaimana lagi,
jika kau tetap memilih pergi. Mau diapakan lagi jika semua yang kulakukan dan
kuperjuangkan tak ada arti. Seperti sia-sia jika diatas semua pertahananku kau
selalu memilih berlari dari rasa yang dulu buatku sangat berarti. Jika semua
perjuanganku kini tak pernah kau sadari, enggan untuk kau mengerti, maka
silahkan pergi . Tapi berjanjilah kau akan bahagia. Berjanjilah ketika kau
terluka dan tak merasa lebih baik, kembalilah. Aku masih akan tetap selalu ada
dibagianmu.
...................................
Kepergianmu kini meyisahkan
cerita yang tak ku tahu harus kapan ku akhiri karena aku tak mau menyudahi.
Kukira dulu tanpamu semua akan lebih baik, tapi nyatanya tak ada yang lebih
baik dari bersamamu. Kukira semua luka yang pernah kau beri adalah hal-hal yang
paling menyakitkan tapi nyatanya tak ada yang lebih menyakitkan tanpamu disisi.
Demi apapun aku inginkan kau kembali. Iya pulanglah, pulanglah kehati ini.
Kini hal-hal yang lebih
menyakitkan dari luka-lukaku dulu itu menghampiri. Kau tau, hal yang lebih
menyakitkan itu ternyata bukan seperti dulu ketika aku sedang marah saat malam-malam
kau tak ada dirumah. Perlu kau tau yang lebih menyakitkan itu nyatanya ketika
kini aku salalu merindukanmu tiap malam-malamku tapi tak pernah kutahu
malam-malammu itu kau ada dimana. Kau
tau, hal yang juga lebih menyakitkan dari kau tinggal tidur dulu adalah ketika
malam ini aku benar-benar merindukan mu tapi kau tak kunjung hadir meski hanya
lewat pesan singkat itu.
Suara telpon pertamamu yang
sempat kubenci dulu nyatanya tak sebanding dengan kebencian terhadap diriku
sendiri yang kini hanya berani meneleponmu lewat private number untuk sekedar mendengar sapaan Hallomu
kemudian tut. . .tut. .tut. .aku akhiri. Kini aku hanya bersembunyi dibalik
private numberku untuk sekedar mengurangi sedikit kerinduanku. Sapaan Hallo mu
sudah mampu kujadikan nyanyian sebelum tidurku yang menari-nari diujung telinga
agar tak kurasakan sepiku.
Tak ada yang lebih menyakitkan ketika wajah
biasa-biasamu saja mampu menyita satu jamku untuk memandangi satu fotomu saja .
Rasanya tiap-tiap fotomu kini menyihirku, menghipnotisku hingga tiba-tiba aku
merasa kau sangat jauh, hati tiba-tiba pilu dan dengan segera aku diterpa
rindu. Bahkan jika kulihat sepintas wajah biasa-biasa sajamu tak sengaja
ada di DP temanmu di BMku aku tiba-tiba membisu, memandangnya terpaku dan
benar-benar merindu.
Tak
ada yang lebih menyakitkan jika tiap-tiap sepertiga malam aku terbangun
merindukanmu tapi tetap saja tak ada pesan singkatmu mengunjungi ponselku. Aku
menunggu untuk beberapa waktu. Aku selalu berharap tetapi tetap tak kau
hadirkan pesanmu untuk ku katakan aku merindu. Untuk beberapa lama tetap
tak kutemui hingga aku pilih untuk sholat sepertiga malam itu dan akhirnya ku sampaikan lewat doaku, Ya Allah, aku
benar-benar merindukan lelaki itu. Aku rindu.
Tapi satu hal yang ku tahu
paling menyakitkan, ketika saat itu aku terbangun dan sangat merindukanmu. Aku
melihat ponselku tetap tak ada pesan darimu. Aku tetap memilih tahajud ku dan
berdoa kepada Tuhanku. Ya Allah, aku sayang lelaki itu, aku rindu. Benar-benar
rindu. Hingga setelah selesai doaku itu kudapati pesanmu dan isinya nyatanya.
Sangat
menyakitkan bukan, ketika aku selalu memikirkanmu, ketika aku sedang
benar-benar merindukanmu tapi kau malah hadirkan pesan itu. Kau tak pernah
memikirkan perasaanku hingga kau sanggup kirimkan itu. Kau memikirkan
perasaannya, tapi ketika kau baca semua tulisan perasaanku kau tetap tak juga
mau mengerti . Tak pernah kau pikir bagaimana rasanya jadi aku.
Aku hanya
tuliskan itu dan hal-hal semacam itu di akunku. Itu rasanya kehilangan bukan
tuduhan dia telah merebut mu dariku. Tidak bisakah kau bedakan mana kehilangan,
mana merindukan, mana kesedihan dan mana tuduhan hingga kau tak bisa lagi mambaca
perasaanku. Aku tak pernah menyalahkannya karena kepergianmu. Aku hanya
ungkapkan kerinduan dan sepiku. Tapi nyatanya kau tak memperdulikan, sungguh
menyakitkan.
Belum lagi kesakitan rindu itu
kau sembuhkan, belum lagi pesan itu kita bicarakan, kini kau rajam aku kembali
lewat pesan singkatmu lagi.
Tak kau pikirkan
sebelumnya apa bentuk hati ini ketika membaca itu. Aku selalu tau kau kini
dengannya, aku tau kita bukan apa-apa lagi. Tapi aku tak peduli. Aku sayang,
benar-benar sayang. Biarkan aku sayang sama caraku sendiri. Aku tak pernah
mengusikmukan. Aku tak pernah menerormukan. Aku tak pernah mengirimu pesan
lagikan, bahakan aku dc bmmu, unfriend fbmu dan unfollow twiitermu. Aku
berusaha untuk menjauhi hidupmu karena aku tak mau kau terganngu. Biarkan aku
dengan duniaku. Karena aku telah berusaha pergi dari duniamu.
Tulisan-tulisan
di akunku hanya bentuk rasa
kehilanganku, kesepianku tanpamu, cara ku mencintaimu. Tulisan-tulisan itu
saksi kerinduanku yang tak mungkin lagi ku ungkapkan padamu. Karena kukira
tulisan-tulisan itu akan mampu menajaga jarakmu agar tak terlalu jauh dari
pikiranku. Mengertikah kau tulisan itu caraku, jalan yang ku pilih untuk
tetap menyayangimu. Dan kini kau mau aku berhentikan cintaku. Bicaramu terlalu
mudah untuk melukai hati yang benar-benar tulus mencintaimu.
Satu hal lagi yang paling hebat
melukaiku malam itu. Membuat ku terisak malam itu juga, malam dimana aku sangat
merindukanmu, ketika kau katakan ini padaku.
Ini yang kau
sebut sayang ? Airmata yang selalu kau jatuhkan ini bukti sayangmu samaku. Tak
kah kau lihat perjuangan dan penderitaanku. Aku harus sadar apa. Sadar kau
bukan punyaku lagi. Aku sadar, aku sudah sangat sadar hingga tiap kali aku merindukanmu
tak pernah kusampaikan padamu. Hanya ku katakan pada Tuhanku . Aku harus sadar apa . Sadar kau sudah bahagia
dengannya. Aku sadar, aku sudah sangat sadar hingga aku tak bisa berbuat
apa-apalagi untuk membawamu kembali. Aku
hanya bisa bediri diujung kasih ini
Kau perlu mengerti, terkadang
ada orang yang tak pernah peduli kau telah ada yang memiliki namun dia tetap
ingin mencintai. Ada orang yang sengaja pergi , menjauhi semua duniamu bukan
berarti untuk membenci. Ada orang yang lebih memilih diam-diam dan menuliskan
semua yang dia rasai agar suatu saat ketika akhirnya kau menyadari, kau dapat
mengerti. Akan ada saatnya ketika kau mengerti, kau akan menangis bersedih dan
akan merindukannya. Akan ada saatnya dimana tulisan-tulisan itu akan
menuntunmu pulang karena dia masih tetap
ingin kau kembali. Kau akan mengerti jika kau telah merasai. Jadi jangan paksa
aku untuk berhenti.
Aku tau, aku tak memiliki semua
yang lebih untuk menyayangimu. Tapi aku menyayangimu dengan semua kepunyaanku.
Hanya kasih dan cinta tulus ini yang
mampu ku beri. Aku hanya bisa menyayangimu lewat untaian doa hingga suatu saat
nanti kau mengerti. Aku menyayangimu lewat frasa-frasa penuh makna yang
menemani kesepianku dalam penantian hingga suatu saat nanti kau menyadari.
Jika aku bisa terlahir cantik,
aku hanya mau cantik untukmu. Jika aku bisa terlahir cerdas, aku hanya mau
cerdas untukmu. Jika aku bisa terlahir kaya, aku hanya mau kaya untukmu. Jika
aku bisa terlahir seperti Real Madrid atau CR7 aku hanya mau terlahir untuk
jadi kebanggaanmu. Jika aku bisa terlahir sempurna, aku hanya mau sempurna
untukmu. Kerana aku akan tetap mencintaimu
dengan semua kepunyaanku. Karena aku mau
keadaanku mampu membahagiakanmu.
Aku mau kau tau, aku sayang samamu lewat mimpi-mipi kecilku.
Menghabiskan susah dan bahagia bersamamu. Melewati waktu-waktu bersamamu.
Menjadi makmum sholatmu yang tepat berdiri dibelakangmu. Menadahkan tangan bersama, memiliki doa yang sama agar
selalu bahagia lalu menyalim hangat kedua tanganmu. Kemudian mengaji dalam
panduanmu.
Mimpi-mimpi kecilku, bisa
melihat mu bermain footsal dan berdiri di barisan paling depan untuk
meneriakkan namamu. Selain itu melihatmu
memainkan skateboard hobi barumu. Selalu ada disampingmu dan akan selalu
mendukung kebaikanmu. Mimpi-mimpi kecilku untuk selalu menjadi bagian dari
kehidupanmu.
Aku
sayang samamu hingga aku ingin selalu bangun dengan sapaaanmu. Terjaga dengan
kabar dan cerita-ceritamu hingga terlelap dengan hantaran kata “Aku sayang kamu
"seperti dulu. Aku sayang samamu hingga aku ingin kau menjemputku dari pulang
kampusku dan kutuliskan laporanmu. Kemudian aku yang akan menemani mu menonton hingga
larut untuk melihat pertandingan team kebanggaanmu. Aku sayang sama mu dan
ingin melakukan hal-hal itu dan semacam itu. Mimpi-mimpi kecilku.
Aku
sayang samamu, hingga kini aku hanya mampu menunggu ntah sampai kapanpun itu.
Aku sayang samamu hingga tak peduli mereka yang memandangku sebelah mata karena
mencintaimu. Aku sayang samamu hingga akan tetap ku tuliskan diksi-diksi ini
untuk mu . Aku sayang samamu hingga akan tetap kujaga mimpi-mimpi kecilku
bersamamu.
Tuhan
aku benar-benar menyayangi lelaki itu. Jika sekali saja kau beri aku kesempatan
kembali, ada satu hal yang ingin kukatakan padanya yang belum pernah ku
ungkapkan sama sekali untuknya. Aku ingin sekali mengatakannya sambil menatap
dalam matanya. Aku mau dia memahami dan
mengerti kalimat yang sederhana saja , “
Ridho Dwi Sapta, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu.”
Pematang Siantar, 1-Februari-2014, 00:47 WIB





Tidak ada komentar:
Posting Komentar